LAGU
KEBANGSAAN vs LAGU CENGENG
Orang boleh
berkata, beda zaman beda juga lagu yang diperdengarkan. tapi jangan sampai
generasi muda kita ‘lupa’ atau bahkan tidak tahu dengan lagu kebangsaannya
sendiri atau lagu-lagu kemerdekaan. hanya karena industri musik saat ini lebih
memilih untuk memperdengarkan lagu-lagu cengeng yang laku dipasaran. Generasi
sekarang adalah generasi yang lemah, generasi yang malas dan lebih tidak mau
berjuang. Memang ada beberapa orang yang berjuang, rajin tapi mereka hanya
segelintir orang saja. kebanyakan generasi muda saat ini memilih untuk
mengambil jalan pintas, seperti menjadi artis, menjadi pemain band daripada
bersekolah (abis ngapain sekolah, udah bayar mahal-mahal paling-paling sekolahnya
ambruk atau menjadi korban tawuran).
Lagu wajib
nasional :
- Bagimu Negeri (R. Kusbini)
- Bangun Pemudi Pemuda (Alfred Simanjuntak)
- Bendera Kita (Dirman Sasmokoadi)
- Bungaku (Cornel Simanjuntak)
- Bendera Merah Putih (Ibu Soed)
- Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed)
- Bhinneka Tunggal Ika (Binsar Sitompul/A Thalib)
- Dari Sabang Sampai Merauke (R Soerardjo)
- Di Timur Matahari (Wage Rudolf Soepratman)
- Dirgahayu Indonesiaku (Husein Mutahar)
- Desaku (Ibu Soed)
- Berkibarlah Bendera Negriku
- Tanah air indonesia (E.L Pohan)
Masih
ingatkah anda dengan lagu daerah, atau bahkan lagu wajib nasional seperti yang
tertera diatas. kondisi yang sangat berbeda saat awal-awal kemerdekaan, bung
karno melarang lagu-lagu cengeng. bahkan beliau sampai melarang diperdengarkan
lagu cengeng istilah beliau untuk lagu-lagu dari Koes Plus (dulu koes
bersaudara) yang berkiblat ke The Beatles (Inggris), diawal kemerdekaan,
lagu-lagu yang diperdengarkan lebih banyak lagu-lagu yang bernada heroik,
kebangsaan & kemerdekaan. sehingga menyemangati para pemuda dan pemudi saat
itu.
LALU
DIMANA SEKARANG LAGU-LAGU TERSEBUT ????
APAKAH
MASIH DIPERDENGARKAN APA TIDAK YA......
SEMOGA
TIDAK HILANG OLEH WAKTU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar