BAHAYA ROKOK
Perkembangan seseorang mulai dari masa anak-anak
sampai remaja akan membentuk perkembangan
diri orang tersebut di masa dewasa.
IKUT ARUS TIDAK MAU BERBEDA!!
IKUT ARUS, ATAU
BERBEDA !
IKUT ARUS
BIASANYA TIDAK BERGUNA
Biasanya mereka adalah
orang-orang yang
:
Pengecut/penjilat, kuatir/takut dijauhi dari pergaulan gak ikut
perkembangan.
Tidak menyadari potensi diri, bisa mendapat
lebih baik, yang kita
dapat hari ini masih akan lebih kita
peroleh dimasa-masa mendatang.
Kita adalah duta/contoh/mewakili keluarga kita yang lain.
LIFE IS SHORT!!!
Prosesnya tetap tidak bisa dirubah apalagi kembali (bersalin, lahir, bayi,
balita dll).
Kita harus benar-benar manfaatkan, berprestasi dengan menjaga kesehatan
kita.
Jauhkan hal-hal yang merusak termasuk ”rokok”.
Rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia, dalam asap Rokok mengandung 3 komponen : Nikotin, Karbon
monoksida, dan Tar.
Nikotin :
Diserap ke dalam darah dan
mempengaruhi otak dalam 10 detik, jika
perokok teratur kurang nikotin akan
mengalami gejala-gejala
kecanduan, gelisah, sakit kepala dll. Jika kadar nikotin dalam darah kurang
dan akan merasa normal saat menghisap rokok kembali.
Karbon monoksida :
Gas buang kendaraan bermotor, menyerap banyak oksigen dalam darah jika
terhirup. Oksigen sangat penting buat
organ tubuh agar berfungsi efisien, kurang oksigen dapat mengakibatkan
perubahan permanen pada darah, membuat darah lebih kental dan padat sehingga
jantung bekerja keras memompa darah keseluruh tubuh.
Tar :
Mengandung banyak bahan yang telah terbukti mengakibatkan kanker. Bahan
iritasi yang ada dalam tar merusak
paru-paru,
menciutkan saluran (brankiolis), merusak rambut kecil (cilia) yang melindungi paru-paru dari debu
dan infeksi.
(sumber : www.wikipedia.com)
PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PALING BESAR!!!!
BAGAIMANA
DENGAN DI INDONESIA ???
Bagaimana Rokok
yang membunuh 400.000 lebih orang Indonesia setiap tahun
dapat dijual bebas ?
yang membunuh 400.000 lebih orang Indonesia setiap tahun
dapat dijual bebas ?
Remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap
hari esok, karena mayoritas perokok memulai merokok ketika remaja bahkan masih ada yang masih kecil. Pola merokok remaja
sangatlah penting bagi Philip Morris. (Laporan peneliti Myron E Johnson ke wakil
presiden riset dan pengembangan Philip Morris).
PEROKOK REMAJA faktor penting dalam perkembangan
setiap industri rokok dalam 50 tahun terakhir. PEROKOK REMAJA satu-satunya sumber
perokok pengganti.
Jika para REMAJA TIDAK MEROKOK, maka INDUSTRI ROKOK akan BANGKRUT sebagaimana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah. (“Perokok remaja : Strategi dan peluang”) Memorandum internal perusahaan rokok RJ Reynolds, 29 Februari 1984.
Jika para REMAJA TIDAK MEROKOK, maka INDUSTRI ROKOK akan BANGKRUT sebagaimana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah. (“Perokok remaja : Strategi dan peluang”) Memorandum internal perusahaan rokok RJ Reynolds, 29 Februari 1984.
Industri rokok tidak pernah berhenti berusaha
menanamkan “CITRA” merokok adalah hal biasa, keren, cool, macho, dan tidak perlu
ditanggulangi.Umumnya remaja tidak
memahami bahwa MEROKOK adalah PERILAKU BERESIKO, seperti halnya narkoba, miras dan seks bebas.
Dampak iklan, promosi dan sponsor rokok :
Menciptakan norma
bahwa perilaku merokok adalah
wajar.
Meningkatkan konsumsi tembakau, terutama dikalangan anak-anak.
Menciptakan
ketergantungan pada industri rokok.
Di Indonesia rokok masalah
besar dan sulit dikarenakan beberapa faktor :
Dianggap bagian dari BUDAYA [kenduri dll].
Dianggap sama dengan KEBUTUHAN sehari-hari >>
makan, minum, ngopi
Lamanya
muncul EFEK buruknya [15/20 thn].
Lemahnya KEMAUAN politik pemerintah.
Gencarnya IKLAN rokok.
Banyaknya MITOS seputar rokok (tempat kramat).
Tidak dipahami sebagai barang adiktif.
PENYAKIT YANG UMUMNYA DITIMBULKAN
Asma, Paru-paru Kronis, Bronkitis, dll.
Insomnia, Sakit Kepala, dll.
Kerusakan gigi, jari dan rambut, dll.
Merokok mengurangi suplai oksigen,
mengakibatkan tekanan darah tidak normal.
Merokok merusak
vitamin, khususnya vitamin C dan B. Inteligensi rendah berhubungan sebab akibat,
sebagaimana halnya merokok merupakan sebab dan akibat dari rendahnya
pendapatan.
Strategi pengendalian
rekomendasi WHO mengatasi
epidemi
tembakau dan kematian yang disebabkannya enam
strategi ( MPOWER
)mengatasi
epidemi tembakau
:
Monitor penggunaan tembakau & prevensinya.
Perlindungan terhadap asap tembakau.
Optimalkan dukungan untuk berhenti merokok.
Waspadakan masyarakat akan bahaya tembakau.
Eliminasi iklan, promosi & sponsor terkait
tembakau.
Raih kenaikan cukai untuk tembakau.
Lawan dan Perangi Rokok, jangan pernah mencoba-coba
apalagi merokok
Tidak ada satupun manfaat
Kesehatan rusak
Keharmonisan total berkurang
Penampilan kacau
Cegah dan jangan terpengaruh oleh Promosi Rokok
So.....mas’bro dan mba’sis...
LIFE IS SHORT!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar